Kamis, 08 Agustus 2019

ESESNSI DARI IBADAH QURBAN

Ibadah kurban itu tidak semata-mata hanya pengorbanan dari orang yang berkurban. Dengan kata lain, ibadah kurban justru memberi keuntungan kepada yang bersangkutan. 
Secara bahasa kurban diambil dari kata qaraba-yaqrabu-qurbanan, yang artinya pendekatan atau mendekatkan diri kepada Allah SWT. 
Ibadah kurban, dengan begitu, memberi makna bahwa segala perbuatan yang menyebabkan bertambah dekatnya seseorang dalam perjalanannya menggapai ridha Allah SWT
Dengan makna seperti itu, maka esensi atau nilai ibadah kurban bukan terletak pada besar kecilnya atau sedikit banyaknya hewan kurban yang disembelih. Tetapi, yang justru terpenting, adalah bagaimana tingkat ketakwaan seseorang ketika melaksanakan ibadah kurban. Allah SWT berfirman: ''Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhoan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.'' (Al-Hajj: 37).
Selain itu, dalam ibadah kurban juga tersirat pesan-pesan rohani agar kita ikut aktif dan bertanggung jawab untuk menciptakan suasana persaudaraan. Ini disyaratkan Alquran melalui firman-Nya: ''Maka, makanlah sebagian dari padanya dan sebagian lagi untuk dimakan orang-orang sengsara lagi fakir.'' (Al-Hajj: 28).
Esensi yang terkandung dalam pesan kurban tersebut memberikan metafora agar setiap pribadi memiliki empati sosial yang tinggi. Dengan berempati berarti kita merasakan denyut penderitaan orang lain sebagaimana Rasulullah SAW selalu bergetar hatinya setiap kali melihat penderitaan orang lain.
Tentu saja kita rindu terhadap figur suri teladan yang melekat pada diri Rasulullah SAW. Beliau adalah figur yang sangat peka terhadap penderitaan orang lain. Sikap seperti inilah yang tentu saja sangat dibutuhkan pada kondisi kini. Melalui ibadah kurban inilah diharapkan kepedulian kita untuk melaksanakan perintah Allah sebaik-baiknya akan tumbuh berkembang dengan optimal. Demikian pula kepedulian kita terhadap para mustahiq-nya, yakni orang-orang yang membutuhkan hewan kurban yang kini jumlahnya semakin hari semakin banyak.
Karena itu, bagi kaum Muslimin yang diberikan kelapangan rezeki oleh Allah SWT agar segera berkurban, dalam rangka menumbuhkan ketajaman hati, pikiran, dan perasaan sosial. Dengan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, yang berada di berbagai daerah, kita akan merasakan denyut kemiskinan mereka. Dengan demikian, akan meningkatkan kepedulian kepada mereka, terutama kaum dhuafa, yang merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai saudara seiman. Dengan menumbuhkan semangat ingin berbagi dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, tentunya menjadi kebahagiaan tersendiri yang tak ternilai harganya bagi mereka yang berkurban.
Pada hari raya kurban sekarang ini, mudah-mudahan semakin banyak kaum Muslimin diberikan kesadaran untuk berkurban demi saudara-saudaranya, dan bukan malah mengorbankan saudaranya. Amin
# Guru Berkah
# Berqurban untuk menanamkan kepedulian.

Guru Berkah//Esensi berkurban//Bambang susilo//Bogor, 8 Agustus 2019

MATERI PAI KELAS 10 BAB 1 (LANJUTAN) : KHUSNUDZAN

Bismillah.
Alhamdulillah segala puji kita sampaikan kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat,taufik dan hidayah-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah melimpah ruah atas junjungan yang mulia Nabi Muhammad SAW.

Manfaat Mujahadah Terhadap Jiwa.
a).Menundukan jiwa dan nafsu agar taat kepada Allah swt.
b).Menjauhkan jiwa dari syahwat serta mencegah hari agar tidak hanya berangan angan dan bernikmat nikmat dengan dunia.
c).Membiasakan Sabar mengkebaikan berbagai kesuliatan.
d).jalan lurus yang mengantarkan pada keridaan Allah Swt.
Dan Surga
e).Memasung setan dan bisik bisikanya.
f).Mencegah jiwa dari mengikuti nafsu itu merupakan kebaikan dunia dan akhirat.
B.Sikap Prasangka Baik (Husnuzun)

KHUSNUDZAN
Husnuzun barasal dari dua kata dalam bahasa arab ,yaitu husnu yang berarti baik dan zan yang berarti Dugaan atau persangkaan.Dengan Demikian,Husnuzun berarti Berprasangka baik terhadap seseorang sebelum diketahui keburukanya secara pasti.Adapun kebalikanya adalah suuzun atau berprasangka buruk.

Dasar Hukum Prasangka Baik.
Al-Hujurat,(49):12
Contoh Contoh Perilaku Husnuzun.
a).Husnuzun terhadap Allah Swt.
b).Husnuzun Terhadap Diri Sendiri
c).Husnuzun terhadap Sesama

1).Husnuzun dalam kehidupan berkeluarga.
2).kehidupan bertentangga.
3).Kehidupan Bermasyarakat,berbangsa,dan bernegara.

Membiasakan Diri Berperilaku Husnuzun.
Berikut ini beberapa manfaat membiasakan perilaku husnuzun.
a).menenteramkan kehidupan secara lahir batin.
b).dicintai Allah Swt.
c).dapat menerima apa saja yang terjadi dalam kehidupan dengan lapang dada.
d).Dicintai oleh sesama manusia.
e).Menjauhkan diri dari keluh kesah,iri,dengki,dan fitnah.

Sikap Persaudaraan (Ukhuwah).
Kata Ukhuwah berasal dari bahasa arab.kata ini terambil dari akar kata kerja akh .Ukhuwah adalah konsep penting dalam islam.Ukhuwah islamiyah bearti “persaudaraan yang bersifat islami atau yang diajarkan oleh islam”.

Dasar Hukum Persaudaraan.
Qs.Al-Hujurat (49):10
Berikut ini beberapa manfaat ukhuwah islamiyah,diantaranya:
a).merasaakan lezatnya iman
b).Mendapatkan perlindungan Allah dihari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi).
c).mendapat tempat khusus disurga

Tugas Siswa secara perkelompok : 1

Diberikan sebelum materi disampaikan .
Tujuan untuk mengetahui pengetahuan siswa akan materi yang diberikan.

1. Apa yang dimaksud dengan sikap Khusnudzan itu?
2. Khusnudzan dibagi menjadi berapa bagian ?
3. Apa yang dimaksud dengan Ukhuwah Islamiyah
4. Sebutkan manfaat dari Ukhuwah Islamiyah itu?

Tugas Siswa secara berkelompok: 2

Diskusikan dalam kelompok dan presentasikan.
Bagaimana kamu menilai tentang pelaksanaan sikap ukhuwah Islamiyah yang terjadi di sekitar kehidupanmu? apakah sudah berjalan dengan baik atau tidak?berikan penjelasan singkatnya dan berikan contoh dari keadaan tersebut.


Rasa syukur akan selalu menjadikan hidup bahagia

# Guru Berkah
# Khusnudzan
# Membina Ukhuwah Islamiyah

Guru Berkah//Bambang Susilo// Bogor, 8 Agustus 2019

Selasa, 06 Agustus 2019

PERINTAH KETAATAN DALAM AL QURAN DAN HADIST NABI (KELAS 11)

Bismillah.
Berikut ini adalah dalil-dalil dalam Al-Quran yang menyuruh kepada kita (anak) untuk selalu berbuat taat kepada kedua orangtua.
Semoga kita bisa mengamalkan perintah itu, sehingga apa yang menjadi harapan dari orang tua tercinta akan didapatkan. Amin

Dalil-Dalil Berbakti Kepada Orang Tua
  1. Surah Al-Isra’ : 23-24
“Dan Rabb-mu menyuruh manusia untuk beribadah kepada-Nya dan selali berbuat baik keada orang tua. Jika salah satu atau keduanya berusia lanjut. Maka jangan mengatakan ‘ah’ dan membentaknya” (Al-Isra’ : 23)
“Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang baik dan rendahkan dirimu dengann penuh kasih sayang. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku sayangi keduanya sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil” (Al-Isra’ : 24)
  1. An-Nisa : 36.
“Dan sembah Allah serta tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, lalu berbuat baik kepada orang tua”
  1. Luqman : 14-15
“Dan Kami memerintah kepada manusia untuk berbakti kepada prang tua, ibu yang telah mengandung dalam keadaa lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kalian kepada Ku dan kepada orang tua. Hanya kepada-Ke lah kamu kembali.” (Luqman : 14)
  1. Al-Anakabut : 8
“Dan Kami memerintah manusia untuk melakukan kebaikan pada orang tua. Jika orang tua mempersekutukan Ku tanpa ilmu yang jelas, jangan ikuti mereka.”
  1. Al-Ahqaaf :15
“Kami memerintah manusia untuk berbuat baik kepada ibu dan bapak, ibu yang mengandung dan melahirkan dengan susah payah. 
  1. Al-Baqarah : 215
“Mereka bertanya kepada Muhammada tentang yang diinfakkan. Jawablah, “Harta yang kamu nafkahkan sebaiknya diberika kepada ibu bapak, kerabat, anak-anak yatim, orang miskin dan orang yang sedang dalam perjalanan. Apa saja kebajikan yang diperbua, Allah Maha Mengetahui.
7HR Abu Dawud
“Wahai Rasulullah, apa masih ada cara berbakti kepada orang tua setelah meninggal?”beliau menjawab, “ Ya, dengan mendoakan, meminta ampun untuknya, melaksanakan wasiatnya, menyambung silaturahmi yang tidak bisa disambung kecuali jalan mereka dan memuliakan teman-temannya.”
  1. Kitab Shahihain dari Asma’ binti Abu Bakar ra
Dalam kitab ini dijelaskan bahwa ketika itu Abu Bakar ra bertanya kepada Rasulullah mengenai ibunya yang musyrik, namun ingin mneyambung silaturahmi dengannya.
“Wahai Rasulullah, ibuku datang dan ingin menyambung hubungan dengan putriku, apakah aku boleh menyambung hubungan kembali dengan ibuku?” Rasulullah menjawab “Ya, sambunglah”
  1. Shahihahin dari Abdullah bin Mas’ud
“Aku bertanya kepada Nabi : “Amalan apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Shalat paada waktunya.” Aku bertanya lagi: “Lalu apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada ornag tua.” Aku bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab lagi, “Berjihad di jalan Allah.”

Cara Berbakti Kepada Orang tua

Berikut adalah hal-hal yang harus kita lakukan untuk berbuat baik kepada orang tua :.Semoga dapat kita lakukan dengan penuh ikhlas. mari kita bahagiakan orang tua kita.
  1. Meminta sesuatu sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan mereka
  2. Tidak menunjukkan wajah kesal jika keinginannnya tidak dipenuh oleh kedua orang tua
  3. Membantu keduanya untuk mengerjakan sesuatu tanpa mereka perintah
  4. Tidak bertengkar dengan sesama sudara dengan suara keras, saling membentak sampai berkelahi sebab hal ini akan menyakiti orang tua
  5. Menolak mengerjakan sesuatu yang diperintah oleh orang tua dengan suara penolakan yang keras dan wajah ketus masam
  6. Tidak menggunakan barang orang tua tanpa seizinnya
  7. Tidak duduk di tempat yang lebih tinggi dari orang tua
  8. Tidak bersuara keras, apalagi mengucapkan “ah” saja sudah dilarangoleh Allah
  9. Tidak bersikap sombong kepada orsng tua
  10. Tidak membiarkan orang tua dalam kesulitan dan kemiskinan
  11. Tidak menelantarkan orang tua sendirian di rumah
  12. Selalu sediakan waktu untuk rajin bersilaturahmi dan menengok orang tua
  13. Selalu mendo’akan kebaikan kedua orang tua dengan memohon rahmat dan ampunan kepada Allah SWT
  14. Selalu menyambung silaturahmi kerabat atau sahabat kedua ornag tua setelah wafatnya mereka
  15. Tidak membentak orang tua dengan suara keras
Keluargaku Surgaku,Amin


#Guru Berkah
#Birul Walidain

Guru Berkah//Bambang Susilo//Bogor, 6 Agustus 2019

TANDA KIAMAT MENURUT HADIST NABI (kelas 12}

Bismillah.
(Catat dalam  buku catatan!Tulislah dengan rapi.Aplikasikan "Kebersihan itu sebagian dari iman"
Mari kita lanjutkan lagi materi Iman kepada Harin Akhir, semoga setelah kita mempelajari materi ini akan bertambah iman dan takwa kita kepada Allah SWT. Amin
Kiamat  merupakan sesuatu yang pasti namun tak seorang pun yang mengetahui kapan datangnya. Hanya Allah sajalah yang mengetahui kapan hari kiamat terjadi.
Namun, banyak keterangan yang memberikan penjelasan tentang tanda-tanda kiamat. Berikut ini merupakan tanda-tanda kiamat yang berdasarkan hadist Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam:

1. Penaklukan Yerusalem.

“Aku menghitung 6 hal menjelang hari kiamat.” Baginda Rasulullah menyebutkan salah 1 di antaranya, yaitu penaklukan Yerusalem. ” dalam Sahih Bukhari.

2. Zina Merajalela

Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadist
“Dan tinggallah manusia-manusia yang buruk, yang seenaknya melakukan persetubuhan seperti himar(keledai). Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang.”

3. Merajalelanya Alat Musik

“Pada akhir zaman akan terjadi longsor, kerusuhan dan perubahan muka. “Ada yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam;” Wahai Rasulullah bilakah hal ini terjadi?” Beliau menjawab, “Apabila telah merajalela bunyian (musik) dan penyanyi-penyanyi wanita.” (H.R. Ibnu Majah)

4. Menghias Masjid dan Membanggakannya

“Di antara tanda-tanda telah dekatnya kiamat ialah manusia bermegahan dalam mendirikan masjid” – H.R. Nasai.

5. Munculnya Kekejian


“Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, memutuskan hubungan silaturrahimdan sikap yang buruk dalam bertetangga.” H.R. Ahmad dan Hakim

6. Hilangnya Ilmu dan Tersebar Kebodohan


“Tidak akan datang hari kiamat sehingga Allah mengambil orang-orang yang baik & ahli agama di muka bumi, maka tidak ada yang tinggal padanya kecuali orang-orang yang hina dan buruk yang tidak mengetahui yang ma’ruf dan tidak mengingkari kemungkaran.” H.R. Ahmad

7. Orang yang Bodoh dan Tidak Amanah Mendapat Posisi Terhormat


“Di antara tanda semakin dekatnya kiamat ialah dunia akan dikuasai oleh Luka ‘bin Luka’ (orang yang bodoh dan hina). Maka orang yang paling baik ketika itu adalah orang yang beriman yang diapit oleh 2 orang mulia ” H.R. Thabrani.

8. Mengucapkan Salam Kepada Orang yang Dikenalnya Saja


“Sesungguhnya di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah manusia tidak mau mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalnya saja.” H.R. Ahmad.

9. Wanita yang Berpakaian Tapi Telanjang


Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. “Di antara tanda-tanda telah hari kiamat adalah akan muncul pakaian-pakaian wanita dan ketika mereka memakainya keadaannya seperti telanjang”.

10. Bulan Sabit Terlihat Besar


“Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah menggelembung (membesarnya) bulan sabit.” H.R. Thabrani.

11. Banyak Dusta dan Tidak Tepat dalam Menyampaikan Berita

“Pada akhir zaman akan muncul pembohong-pembohong besar yang datang kepadamu dengan membawa berita-berita yang belum pernah kamu dengar dan belum pernah didengar oleh ayah kamu sebelumnya, karena itu jauhkanlah dirimu dari mereka agar mereka tidak menyesatkanmu dan memfitnahmu.” H.R. Muslim

12. Banyak Saksi Palsu dan Menyimpan Kesaksian yang Benar


Sesungguhnya sebelum datangnya hari kiamat akan banyak kesaksian palsu dan disembunyikan kesaksian yang benar.” H.R. Ahmad

TUGAS INDIVIDU :

Jawablah pertanyaan berikut dengan uraian yang sangat jelas! (Dijawab pada buku catatan dan dikumpulkan)

Pertanyaan :

Setelah membaca tanda-tanda kiamat menurut hadist Nabi yang sohih, bagaimana pendapat kalian dengan kenyataan yang ada dalam kehiidupan sekarang?Lalu bagaimana seharusnya kita menanggapi kenyataan tersebut?


Jalani hidupdengan penuh optimis


Bersyukur itu Indah





Guru Berkah//Bambang Susilo/Bogor, 8 Agustus 2019

#Guru Berkah
#Pendidikan adalah Ibadah