Selasa, 28 April 2020

TUGAS KEAGAMAAN ONLINE MATERI DOA-DOA HARIAN


DOA SEHARI – HARI ( bagian 1)

Secara fitrah, dalam setiap individu manusia pasti tertanam rasa ingin menjadi yang lebih baik dan sampurna.Oleh karena itu Allah SWT senantiasa menyediakan beragam jalan bagi ham-Nya agar mereka mau berusaha dan semakin dekat kepada-Nya.

Do’a menjadi bagian penting daalam setiap usaha manusia,berdo’a berarti mengetahui Allah yang menentukan segala urusannya.Do’a bisa diartikan sebagai salah satu permohonan pujian dalam bentuk ucapan dari hamba yang rendah kedudukannya pada Rabb Yang Maha Tinggi..

Dalam agama islam do’a memiliki banyak definisi dan juga diartikan sebagai ibadah, dengan berdo’a segala urusan kehidupan busa menjadi lebih mudah dan dapat dikatakan bahwa do’a adalah senjata baagi umat muslim..
Seseorang yang yang tidak pernah berdo’a berarti dia adalah sombong sebab sejatinya manusia itu lemah dan pasti butuh bantuan dari Allah Ta’ala, maka oleh karena itu berdo’a sangatlah penting untuk dilakukan setiap hari bahkan setiap saat.

Mengutip Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali,Imam An –Nawawi dalam karyanya Al-Adzkarul Muntakhabah min Kalami Sayyidil Abrar menyebutkan beberapa  adab dalam berdo’a, adalah :

1. Kita menantikan waktu mulia seperti Arafah, bulan Ramadhan, hari jum’at, sepertiga terakhir
    dalam setiap malam dan waktu sahur.
2. Memanfaatkan kondisi seperti waktu istimewa seperti saat tahajud,ketika turun hujan dan
    ketika iqamah shalat dan sesudahnya.
3. Menghadap kiblat,mengangkat kedua tangan dan mengusap wajah sesudah berdoa.
4. Berdoa dengan penuh ketundukan,kekhusyukan dan ketakutan kepada Allah SWT
5. Mantap hati dalam Berdoa,meyakini pengabulan doa dan menaruh harapan besar dalam
   berdoa
6. Membuka doa dengan lafal zikir,kita dianjurkan untuk membuka doa dengan pujian dan
    Shalawat

Adab berdoa diatas biasanya kita laksanakan pada saat kita melaksanakan atau setelah Ibadah shalat fardu a’in ataupun ibadah lainnya.Untuk materi kali ini adalah yang dibahas bacaan Do’a sehari-hari yang selalu kita laksanakan setiap hari atau kita baca.Berikut  bacaan Do’a  yang selalu kita baca dalam kehidupan sehari –hari.

Doa Sebelum Tidur
بِسْمِكَ اللّٰهُمَّ اَحْيَا وَاَمُوْتُ
Latin: “Bismikallohumma ahya wa amuutu”
Artinya: “Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati”.

Doa Ketika Mimpi Buruk

اَللّٰهُمَّ إِنّىِ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ وَسَيِّئاَتِ اْلأَحْلاَمِ
Latin: “Allaahumma innii a’uudzubika min ‘amalisy syaithaani wa sayyiaatil ahlami”
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari perbuatan setan dan dari mimpi-mimpi yang buruk”

Doa Ketika Mendapat Mimpi Baik
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ قَطْلَ الْحَاجَتِ
Latin: “Alhamdulillahil ladzii qodzoo haajaati”
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi hajat ku”



Doa Bangun Tidur (setelah tidur)
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَحْيَانَا بَعْدَمَآ اَمَاتَنَا وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ
Latin : “Alhamdu lillahil ladzii ahyaanaa ba’da maa amaa tanaa wa ilahin nusyuuru”
Artinya : “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah kami mati  dan hanya kepada-Nya kami dikembalikan”
Arti kata mati pada ayat di atas adalah tidur, karena sebetulnya kita seperti orang meninggal yang tidak tahu apa-apa jika sedang tidur.
Doa Masuk Kamar Mandi Atau Toilet
اَللّٰهُمَّ اِنّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِثِ
Lain: “Alloohumma Innii a’uudzubika minal khubutsi wal khoaaitsi”
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari godaan syetan laki-laki dan syetan perempuan”


Doa ketika akan mandi
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذَنْبِىْ وَوَسِّعْ لِىْ فِىْ دَارِىْ وَبَارِكْ لِىْ فِىْ رِزْقِىْ
Latin : “Allaahummaghfirlii dzambii wa wassi’lii fii daarii wa baarik lii fii rizqii”
Artinya : “Ya Allah, Ampunilah dosa kesalahanku dan berilah keluasan di rumahku serta berkahilah pada rizkiku

Doa Keluar Kamar Mandi Atau Toilet
غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنّى اْلاَذَى وَعَافَانِىْ
Latin : “Ghufraanaka. Alhamdulillaahil ladzii adzhaba ‘annjil adzaa wa’aafaanii”
Artinya : “Dengan mengharap ampunanMu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan yang telah mensejahterakan.”

Doa Sebelum Makan
اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: “Alloohumma barik lanaa fiimaa razatanaa waqinaa ‘adzaa bannar”
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka

Doa Sesudah Makan
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ
Latin: “Alhamdu lillaahil ladzii ath’amanaa wa saqoonaa wa ja’alnaa muslimiin”
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan kami dan minuman kami, serta menjadikan kami sebagai orang-orang islam


Doa Ketika Lupa Membaca Doa Sebelum Makan
بِسْمِ اللهِ فِىِ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ
Latin : “Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi”
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya”

Mudah-mudah bacaan Do’a ini bisa bermanfaat dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari
Wassalam…
Rabu ,29 – APRIL-2020 
Dang Asep. Hatur nuhun 
                                                                                                                       

Minggu, 26 April 2020

TUGAS KEAGAMAAN PAI SMK 2020 MATERI TAJWID




TUGAS PEMBELAJARAN KEAGAMAAN SECARA ONLINE
ILMU TAJWID (bagian 1)

Petunjuk Tugas PAI & BP
1.         Baca materi ini dengan khusuk dan diulang sampai mengerti dan faham.

2.         Jika sudah dibaca,silahkan ditulis di buku khusus (Rangkum yang dianggap penting.)

3.         Rangkuman materi di tandatangani oleh orangtua.

4.         Laporkan dalam bentuk Laporan Pengerjaan Tugas di Group kelas pada sore hari.

5.         Berikan tanggapan singkat mengenai materi Ilmu tajwid (maksimum 5 baris). Tulis di buku khusus

Selamat membaca. Semoga menjadi Ilmu yang bermanfaat.

#Jangan Bosan Untuk Membaca
#Ramadhan Berkah

Pengertian  llmu Tajwid
Menurut bahasa artinya...................... membaguskan.
Menurut istilah adalah:................... "Mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan memberi hak dan mustahaknya."

Hukum Mempelajari llmu Tajwid

Hukum mempelajari Ilmu Tajwid secara teori adalah fardhu kifayah, sedangkan hukum membaca Alquran sesuai dengan kaidah ilmu tajwid adalah fardhu 'ain. Jadi, mungkin saja terjadi seorang Qori' bacaannya bagus dan benar, namun sama sekali ia tidak mengetahui istilah-istilah ilmu Tajwid semisal izh-har, mad dan lain sebagainya. Baginya hal itu sudah cukup bila kaum muslimin yang lain telah banyak yang mempelajari teori ilmu Tajwid..

Bagi  orang yang tidak mampu membaca Alquran sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu Tajwid. Menjadi wajib baginya untuk berusaha membaguskan bacaannya sehingga mencapai standar yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Sholallohu'alaihi wasallam.

Perintah untuk mempelajari Ilmu Tajwid
1. Dalil-dalil dari Al_Qur'an
  • Firman Allah 'azza wajalla
           "Dan bacalah Alquran dengan tartil” (QS. 73:4)
  • Firman Allah Azza wa Jalla:
“Orang-orang yang telah kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Al Baqarah: 121)

2. Dalil-dalil dari As Sunnah

1. Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ketika ditanya bagaimana bacaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau menjawab bahwa bacaan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam itu dengan panjang-panjang kemudian dia membaca “Bismillahirrahman arrahiim” memanjangkan (bismillah) serta memanjangkan (ar rahmaan) dan memanjangkan ar rahiim.” (HR. Bukhari)

2. Perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada sahabat agar mengambil bacaan dari sahabat yang mampu dalam bidang ini sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Dari Abdullah bin Amr bin Ash berkata, telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Mintalah kalian bacaan Al Qur’an dari Abdullah bin Mas’ud, Salim Maula Abi Hudzaifah, Ubay bin Ka’ab, Mu’adz bin Jabal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Ijma’

Seluruh qura’ telah sepakat tentang wajibnya membaca Al Qur’an dengan tajwid.

Fatwa Para Ulama Dalam Permasalahan Ini

1. Fatwa Ibnu Al Jazary
Tidak diragukan lagi bahwa mereka itu beribadah dalam upaya memahami Al Qur’an dan menegakkan ketentuan-ketentuannya, beribadah dalam pembenaran lafadz-lafadznya, menegakkan huruf yang sesuai dengan sifat dari ulama qura’ yang sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. (Annasyr 1/210)

2. Fatwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
Adapun orang yang keliru yang kelirunya itu tersembunyi (kecil) dan mungkin mencakup qira’at yang lainnya, dan ada segi bacaan di dalamnya, maka dia tidak batal shalatnya dan tidak boleh shalat di belakangnya seperti orang yang membaca “as sirath” dengan ‘sin’, pergantian dari “ash shirath, karena itu qira’at yang mutawatir. Dari fatwa ini bisa kita ambil kesimpulan:
  1. Tidak selayaknya seorang yang masih salah dalam bacaan (kesalahan secara tersembunyi) untuk menjadi imam shalat, lalu bagaimana dengan yang mempunyai kesalahan yang fatal seperti yang tidak bisa membedakan antara ‘sin’ dengan ‘tsa’ atau ‘dal’ dengan ‘dzal’, yang jelas-jelas merubah arti.
  2. Secara tidak langsung Syaikhul Islam telah mewajibkan untuk membaca Al Qur’an dengan tajwid karena kesalahan kecil itu tidak sampai merubah arti, beliau melarang untuk shalat di belakangnya, lalu bagaimana dengan kesalahan yang besar.
3. Fatwa Syaikh Nashiruddin Al Albany
Ketika ditanya tentang perkataan Ibnul Jazary tersebut di atas, maka beliau mengatakan kalau yang dimaksud itu sifat bacaannya di mana Al Qur’an itu turun dengan memakai tajwid dan dengan tartil maka itu adalah benar, tapi kalau yang dimaksud cuma lafadz hurufnya maka itu tidak benar. (Al Qaulul Mufid fii Wujub At Tajwid, hal. 26)

4. Fatwa Asy Syaikh Makki Nashr
Telah sepakat seluruh umat yang terbebas dari kesalahan tentang wajibnya tajwid mulai zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sampai zaman sekarang ini dan tidak ada seorang pun yang menyelisihi pendapat ini. (Nihayah Qaul Mufid hal. 10)

Fadhilah (Keutamaan) llmu Tajwid
  1. Mempelajari dan mengajarkan Alquran merupakan tolok ukur kualitas seorang muslim. Sabda Rasulullah Sholallohu'alaihi wasallam: "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya " (HR. Bukhari)
  2. Mempelajari Alquran adalah sebaik-baik kesibukan. Allah 'azzawajalla berfirman dalam hadits Qudsi: "Barang siapa yang disibukkan oleh Alquran dalam rangka berdzikir kepadaKu dan memohon kepadaKu niscaya Aku akan memberikan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang telah Aku berikan kepada orang-orang yang telah meminta. Dan keutamaan Kalam Allah daripada seluruh kalam yang selain-Nya seperti keutamaan Allah atas makhlukNya." (HR. Tirmidzi)
  3. Dengan mempelajari Alquran, maka akan turun sakinah (ketentraman), rahmat, malaikat dan Allah menyebut-nyebut orang yang mempelajari Alquran kepada makhluk yang ada di sisiNya. Rasulullah Sholallohu'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu masjid dari masjid-masjid Allah kemudian mereka membaca Alquran dan mempelajarinya, melainkan turun kepada mereka ketentraman, diliputi dengan rahmat, dinaungi oleh malaikat, dan disebut-sebut oleh Allah di hadapan makhluk-Nya." (HR. Muslim)
Tujuan Mempelajari llmu Tajwid
Tujuan mempelajari ilmu tajwid adalah untuk menjaga lidah agar terhindar dari kesalahan dalam  membaca Alquran.
Kesalahan dalam  membaca Alqur’an,  dikategorikan dalam dua macam, yaitu:

1.  AL-LAKHNU  AL-JALIY  (kesalahan besar/fatal)
Adalah kesalahan yang terjadi ketika membaca lafadh-lafadh dalam Alqur’an yang dapat mengubah arti dan menyalahi ‘urf qurro.  Melakukan kesalahan ini, hukumnya HARAM.
Yang termasuk kesalahan jenis  ini antara lain:

a. Kesalahan makhroj (titik/tempat keluarnya) huruf. Kesalahan ini biasanya terjadi pada pengucapan huruf-huruf yang hampir serupa, seperti : ‘a (‘ain) dibaca  a (hamzah),  dlo dibaca dho,  dza dibaca  datsa dibaca sa, ha dibaca  kha, thi dibaca  ti ,  dan sebagainya.

b. Salah membaca mad, yaitu yang seharusnya dibaca pendek (1 ketukan) dibaca lebih panjang (2 ketukan atau lebih) dan sebaliknya. Misalnya: Laa (aa dibaca panjang; artinya TIDAK)  dibaca La (a  dibaca pendek; artinya SUNGGUH-SUNGGUH) 

c. Salah membaca harokat. Contohnya: kharokat di akhir kata benda, karena kharokat akhir kata menunjukan jabatan kata itu dalam kalimat. Contoh: yarfa’ullohu (artinya: Allah mengangkat)  di baca yarfa’ulloha (artinya menjadi: dia mengangkat Allah).

2. AL-LAKHNU  AL-KHOFIY  (kesalahan kecil)
Adalah kesalahan yang terjadi ketika membaca lafadh-lafadh dalam Alqur’an  yang menyalahi  ‘urf qurro namun  tidak mengubah arti. Melakukan  kesalahan ini hukumnya  makruh.

Yang termasuk kesalahan jenis ini antara lain:  kesalahan dalam membaca dengung (idghom,  ikhfa’,  iqlaab, dll),  kesalahan (lebih/kurang panjang) dalam membaca mad,  kesalahan  menampakkan sifat huruf (seperti: hams, qolqolah, keliru membaca tahkhim/tarqiq), dan lain sebagainya.
Kesalahan membaca Alqur’an, baik yang JALIY maupun yang KHOFIY, tetaplah sebuah kesalahan. Bila kesalahan itu tetap muncul,  maka bacaan Alqur’an kita tidak lagi sesuai dengan bacaan saat pertama kali Alqur’an diturunkan.  Karena itu, marilah kita belajar ilmu tajwid ini, mudah-mudahan kita terhindar dari segala kesalahan dalam membaca Alqur’an.
                                                                                                         
                                                                                   Bogor, 27 April 2020
                                                                                   Guru Mata Pelajaran PAI


                                                                                   Bambang Susilo