Jumat, 09 September 2022

MATERI PAI SMK WINDIAN NUGRAHA KELAS 11 (PERSIAPAN PRA PTS DAN PTS GANJIL)

 

BAB I

( Pertemuan Pertama )

BERIMAN KEPADA KITAB ALLAH

Apa makna iman kepada kitab Allah selain Al Qurán?

Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT ini artinya meyakini dan membenarkan bahwa Zabur, Taurat, Injil dan Al-Quran adalah benar kitab yang berisi kalam Allah di mana Al-Quran sebagai kitab terakhir berfungsi sebagai penggenap dan penyempurna kitab-kitab sebelumnya

Sebutkan nama nama kitab Allah dan kepada siapa diturunkan?

Dalam Al Quran disebutkan bahwa terdapat empat buah kitab Allah SWT, yaitu Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa Alaihi AS, Zabur kepada Nabi Daud AS, Injil kepada Nabi Isa AS, dan Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW.

Mengapa kita harus beriman kepada kitab suci?

Karena semua kitab-kitab yang datangnya dari Allah SWT itu PASTI, tidak bisa diganggu gugat. ... Selain itu kita harus mempercayai semua kitab AllahSWT  karena ajaran semua kitab adalah ajaran tentang hal-hal yang baik.

Mengapa kita harus beriman kepada Al Qur an?

Karena di dalam Al-Qur'an inilah semua kunci dari permasalahan dan kebahagian hidup sudah terdapat didalamnya. ... Dari ayat tersebut telah dijelaskan bahwa Al-Qur'an dijadikan sebagai pedoman dan pegangan di dalam hidup manusia dan Al-Qur'an penyempurna Kitab-Kitab terdahulu dan kita wajib untuk mengimaninya

Mengapa umat Islam juga harus mengimani kitab-kitab sebelum Al Quran?

Karena itu sudah merupakan perintah Allah SWT yang wajib kita lakukan untuk mengimani kitabsebelum Al-Quran. . Jika kita mengakui kebenaran Islam dan Al-Quran maka kita tidak bisa dan tidak boleh menolaknya. ... Karena kitab suci adalah sebutan umat untuk kumpulan firman yang diwahyukan kepada para Nabi

Apa hikmah dari iman kepada kitab-kitab Allah?

Menambah ilmu pengetahuan, karena kitab Allah selain berisi perintah dan larangan juga berisi pokok-pokok ilmu pengetahuan. ... Memberikan pengetahuan sejarah tentang kehidupan orang-orang terdahulu agar menjadi pelajaran hidup yang berharga bagi umat manusia saat ini.

APA ITU ILMU TAJWID?

ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci al-Quran.

Pengertian lain dari ilmu tajwid ialah Menyampaikan dengan sebaik-baiknya dan sempurna dari tiap-tiap bacaan ayat al-Quran.

APA HUKUM MEMPELAJARI ILMU TAJWID?

Tajwid (bahasa Arab: تجويد, translit. ... Para ulama menyatakan bahwa hukum bagi mempelajari tajwid itu adalah fardu kifayah tetapi mengamalkan tajwid ketika membaca Al-Qur'an adalah fardu ain atau wajib kepada lelaki dan perempuan yang mukalaf atau dewasa.

Mengapa kita harus menggunakan ilmu tajwid saat membaca Al Quran?

MENGAPA KETIKA MEMBACA AL QURAN TIDAK BOLEH TERGESA-GESA ?

Agar pembaca dapat melafalkan setiap huruf Hijaiyah dengan benar, yang sesuai dengan makhraj dan sifatnya. 2. Agar dapat memelihara kemurnian bacaan Al-Qur'an melalui tata cara membaca yang benar, sehingga keberadaan bacaan Al-Qur'an saat ini sama dengan bacaan yang pernah diajarkan oleh Rasulullah

Mengapa kita perlu mempelajari ilmu tajwid?

APA TUJUANNYA MEMPELAJARI ILMU TAJWID?

Tujuan kita mempelajari ilmu tajwid Al-Qur'an adalah agar kita dapat melafalkan hurf-huruf hijaiyah dengan baik, sesuai dengan makhraj dan sifatnya, untuk menjaga kemurnian bacaan Al-Qur'an, sehingga sesuai dengan yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW dan menjaga lisan agar tidak terjadi kesalahan dalam membaca

MATERI PAI BAB 2 (PERTEMUAN PERTAMA)

“SAJA’AH/BERANI DALAM KEBENARAN/KEJUJURAN” 

PENGERTIAN

Syaja’ah mempunyai arti keberanian. Lawan dari kata Syaja’ah adalah Jubun  atau Jabanah yang mempunyai arti lemah hati (pendirian) dan takut.

Orang yang memiliki sifat Syaja’ah disebut Syuja’ (pemberani) sedangkan orang yang memiliki sifat Jabanah disebut Jabban (yang sangat penakut/pengecut).

Beberapa perilaku yang mencerminkan sifat Syaja’ah dan menyiratkan nilai kejujuran di antaranya adalah berkata benar, berani mengakui kesalahan, bersikap objektif terhadap diri sendiri, menahan nafsu dan lain sebagainya

Faktor-faktor sesorang memiliki perilaku Syaja’ah

  • Adanya rasa takut kepada Allah SWT.
  • Lebih mencintai kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia.
  •  Adanya perasaan tidak takut mati.
  •  Tidak pernah ragu dengan kebenaran.
  • Tidak menomorsatukan kekuatan materi.
  •  Membiasakan untuk bersikap tawakal dan yakin adanya pertolongan dari Allah SWT

Keutamaan-keutamaan Sifat Syaja’ah

1. Jiwa yang besar.

2. Tabah.

  1. Keras kemauan.
  2. Ketahanan
  3. Tenang
  4.  BEBERAPA BENTUK SAJAAH YANG DISEBUTKAN DALAM  AL QURAN:
  5.  

    1. Syaja'ah (berani) menghadapi musuh dalam peperangan (jihad fi sabilillah)

    Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya telah memberikan contoh syaja'ah dalamjihad fi sabilillah. Diantaranya keberanian yang diperlihatkan ketika perang Badar. Dengan kekuatan 300 orang, mereka dengan ikhlas dan gagah berani menghadapi kekuatan kafir Quraisy yang jumlahnya tiga kali lipat (kurang lebih 1000 orang). Dengan izin Allah, kaum muslimin memperoleh kemenangan gilang gemilang.

    2. Syaja'ah (berani) menyatakan kebenaran (kalimatu al-Haq)

    "Qulil haqqa walau kaana murran" (Katakanlah yang benar/haq, meskipun pahit (akibatnya)!. Kita harus sentiasa berani dalam mengatakan kebenaran, meskipun di hadapan penguasa zhalim. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

    أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ 

    "Jihad yang paling afdhal adalah memperjuangkan keadilan di hadapan penguasa yang zhalim" (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

    Dalam mengatakan kebenaran membutuhkan sikap amar ma'ruf nahyi munkar. Amar ma'ruf artinya perintah kepada kebaikan dan nahyi munkar artinya melarang/mencegah keburukan. (Amar ma'ruf nahyi munkar: memerintah kepada kebaikan dan mencegah/melarang berbuat keburukan)

    Amar ma'ruf nahyi munkar merupakan cita-cita dan nilai luhur dari umat manusia. Apabila tidak ada amar ma'ruf nahyi munkar maka tidak akan ada ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Apabila tidak ada ketaatan kepada Allah T'ala maka azab Allah akan datang menghampiri. Jika tidak taat kepada Allah masih aman-aman saja tida ada adzab, maka mereka sedang diberiistidraj (dilulu). Diberikan kenikmatan, justru biar semakin jauh dari Allah.

    3. Syaja'ah (berani) untuk mengendalikan diri ketika marah

    Dalam sebuah hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim (Muttafaq 'alaih) diriwayatkan:

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ». متفق عليه 

    Artinya:                

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah bersabda: "Bukanlah yang dinamakan pemberani itu orang yang kuat bergulat. Sesungguhnya pemberani itu adalah orang yang sanggup menguasai dirinya di waktu marah". (Muttafaq 'alaihi)BAB 3

    PENGURUSAN JENAZAH                                                            

    Petunjuk : Tulis Materi ini di Buku Catatan PAI, Pelajari dengan tekun !

    A. Perawatan Jenazah

    Apabila seseorang telah dinyatakan positif meninggal dunia, ada beberapa hal yang harus disegerakan dalam pengurusan jenazah, yaitu: memandikan, mengafani, mensholati  dan menguburnya.Secara umum, hukum pengurusan jenazah adalah fardhu kifayah.

    B. Memandikan Jenazah

    Setiap muslim yang meninggal kecuali mati syahid, maka ia wajib dimandikan. Adapun yang berhak memandikan jenazah adalah keluarga terdekat, bapak, ibu, suami, istri dan anak. Meskipun begitu, tidak mengapa orang lain yang bukan bagian dari keluarga terdekat ikut memandikan jenazah, dengan catatan laki-laki khusus memandikan laki-laki, dan perempuan khusus memandikan perempuan. 

    C. Mengafani Jenazah

    Setelah dimandikan, maka proses selanjutnya adalah mengafani. Adapun jumlah kain kafannya sebaiknya tiga lapis bagi mayat laki-laki dan lima lapis bagi mayat perempuan. 

    D. Menyalati Jenazah

    Setelah dikafani, maka proses berikutnya adalah shalat jenazah. Hanya saja Tata cara ṡalat jenazah berbeda dengan ṡalat biasa. Pada ṡalat jenazah, tidak ada ruku dan sujud, hanya empat kali takbir dan diselingi doa.

    E. Mengubur Jenazah

    Setelah dishalatkan, maka selanjutnya jenazah harus dikuburkan.Jenazah harus segera dikuburkan dan jangan ditunda-tunda. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.:“Segerakanlah menguburkan jenazah….” (H.R. Bukhari Muslim)

    F. Ta’ziyyah (Melayat)

    Ta’ziyyah atau melayat adalah mengunjungi orang yang sedang tertimpa musibah kematian salah seorang keluarganya dalam rangka menghibur atau memberi semangat.

    G. Ziarah Kubur

    Ziarah artinya berkunjung, kubur artinya kuburan.Ziarah kubur artinya

    berkunjung ke kuburan.Rasulullah saw. menganjurkan berziarah dengan tujuan untuk mengingat kematian. Sebab mengingat kematian dapat meningkatkan keimanan seorang hamba










Tidak ada komentar:

Posting Komentar