Rabu, 30 November 2022

MATERI ULANGAN HARIAN PAS GANJIL KELAS 9 SMP WINDIAN NUGRAHA

 Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma Sholli ala sayyidina Muhammad wa Ala Ali Sayyidina Muhammad.

Berikut ini adalah materi PAI yang akan dijadikan sebagai materi Ulangan Harian PAS Ganjil.

Harap dibaca dengan baik.

MATERI PERTAMA

Iman Kepada Qoda dan Qodar

Pengertian Qada’ dan Qadar

Qada menurut bahasa adalah hukum, ketetapan, perintah, kehendak, pemberitahuan, dan penciptaan.
Qada menurut istilah adalah ketentuan atau ketetapan Allah SWT dari sejak zaman azali tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk-Nya sesuai dengan iradah (kehendaknya).

Qadar menurut bahasa adalah kepastian, peraturan, dan ukuran.
Qadar menurut istilah adalah perwujudan ketetapan (qada) terhadap segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk-Nya sesuai dengan iradah(kehendaknya)

Dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa qada adalah ketentuan, sedangkan qadar adalah pelaksanaan dari qada’ Allah.

Dalil dari al-Qur’an

1) “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir).” (Q.S. al Qam1ar/54:49)

2) “Tidak ada suatu bencana apapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada diri kalian melaikan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.” (Q.S. al-Hadi¯d/57:22)

Kewajiban beriman terhadap qada’ dan qadar

 

Qada’ dan qadar merupakan salah satu rukun iman yaitu rukun iman yang keenam, sehingga sebagai seorang yang beriman kita diwajibkan mengimani takdir atau qada’ dan qadar.

 

Macam-macam takdir

a. Takdir Mua’llaq 

Takdir yang berhubungan dengan usaha/ikhtiar manusia.
Contohnya : Budi ingin menjadi juara kelas, maka ia belajar dengan keras.

 

b. Takdir Mubram 

Takdir yang terjadi pada diri sendiri dan tidak dapat diusahaka atau diubah oleh manusia.
Contohnya : Orang yang lahir dengan mata sipit, kulit hitam rambut pirang tidak dapat diubah lagi.

 

Makna Beriman Kepada Qada’ dan Qadar

Qada’ dan Qadar atau takdir berjalan menurut hukum “sunnatullah”. Artinya keberhasilan hidup seseorang sangat tergantung sejalan atau tidak dengan sunnatullah. Sunnatullah adalah hukum-hukum Allah Swt. yang disampaikan untuk umat manusia melalui para Rasul, yang tercantum di dalam al-Qur’an berjalan tetap dan otomatis. Misalnya malas belajar berakibat bodoh,tidak
mau bekerja akan miskin, menyentuh api merasakan panas, menanam benih akan tumbuh dan lain-lain.

Fungsi Beriman kepada Qada dan Qadar

1.    Mendorong kemajuan dan kemakmuaran.

2.   Menghindari sifat sombong

3.   Melatih husnuzan atau berbaik sangka Allah SWT .

Hikmah Beriman kepada Qada dan Qadar

1. Optimis, berikhtiar dan Tawakal kepada Allah.

2. Berprasaknka baik kepada Allah.

3. Tidak putus asa .

4. Saling mengenal dan bekerjasama.

5.Mampu membedakan jalan yang baik dan buruk.

6. Memanfaatkan potensi yang ada.

7. Mendapatkan keberkahan dari Allah.

Contoh Perilaku dari Iman kepada Qada dan Qadar

1. Allah tidak akan menyalahi hukum-Nya, Dia berlaku dengan adil dan sesuai dengan ketetapan yang maha bijaksana. Karena itulah, seorang muslim tidak mengeluh dan menyalahkan keadaan yang menimpanya, sesulit apa pun itu

2. Berusaha menyusun usaha dan strategi, khususnya, dalam hal pekerjaan sehingga hasilnya efektif dan efisien

3. Jika memperoleh rezeki, seorang muslim patut bersyukur. Sementara itu, jika mengalami musibah, ia bersabar

4. Salah satu cara bersyukur kerika memperoleh nikmat adalah dengan bersedekah. Sementara itu, sikap sabar adalah tidak mengeluh atau menyalahkan takdir


MATERI KEDUA

Kehadiran Islam Mendamaikan Bumi Nusantara


1. Alur Perjalanan Dakwah di Nusantara

Sejak zaman pra sejarah, penduduk Nusantara dikenal sebagai pelayar-pelayar tangguh yang sanggup mengarungi samudera lepas. Menurut catatan sejarah, pada awal masehi sudah ada jalur pelayaran dan perdagangan antara kepulauan Indonesia dengan berbagai daerah di Asia Tenggara.

Wilayah Nusantara yang menjadi lintasan penting perdagangan adalah wilayah Nusantara bagian barat, yakni Malaka dan sekitarnya. Daerah tersebut sudah terkenal sejak zaman dahulu karena kaya akan hasil bumi. Daerah tersebut kemudian menjadi perlintasan para pedagang Cina dan India.

Proses masuknya Islam di Indonesia berjalan secara bertahap dan melalui banyak jalan . Menurut para ahli sejarah, teori-teori tentang kedatangan Islam ke Indonesia adalah sebagai berikut.

a. Teori Mekkah

Menurut teori Mekah, proses masuknya Islam ke Indonesia adalah langsung dari Mekah atau Arab. Terjadi pada abad pertama Hijriyah atau abad ke-7 Masehi. Para pedagang dari Timur Tengah memiliki misi dagang dan dakwah sekaligus.

b. Teori Gujarat

Teori Gujarat mengatakan bahwa proses kedatangan Islam ke Indonesia berasal dari Gujarat pada abad ke-7 H atau abad ke-13 M. Gujarat adalah sebuah wilayah di India bagian barat, berdekatan dengan Laut Arab. Menurut teori ini, orang-orang Arab bermazhab Syafi’i telah bermukim di Gujarat dan Malabar sejak awal Hijriyah (abad ke-7 Masehi).

c. Teori Persia

Teori Persia mengatakan bahwa proses kedatangan Islam ke Indonesia berasal dari daerah Persia atau Parsi (sekarang Iran). Sebagai buktinya, ada kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antara masyarakat Parsi dan Indonesia. Tradisi tersebut antara lain adalah tradisi merayakan 10 Muharram atau Asyuro.

d. Teori Cina

Menurut teori Cina, proses kedatangan Islam ke Indonesia (khususnya di tanah Jawa) berasal dari para pedagang Cina. Mereka telah berhubungan dagang dengan penduduk Indonesia jauh sebelum Islam dikenal di Indonesia, yakni sejak masa Hindu-Buddha. Ajaran Islam sendiri telah sampai di Cina pada abad ke-7 M.

MATERI KETIGA

Hormat dan Sayang kepada Kedua Orangtua dan Guru

a. Hormat dan Sayang kepada Kedua Orangtua

Menghormati dan menyayangi kedua orangtua merupakan kewajiban seorang anak.Sikap menghormati dan menyayangi kedua orangtua dapat dimaksudkan sebagai bentuk balas seorang anak terhadap kepada mereka. Namun balas budi kita tak akan bisa sepadan dengan pengorbanannya. Sangatlah wajar apabila kita diwajibkan Allah Swt. untuk menghormati kedua orangtua.Mengingat jasa-jasanya kepada anaknya sungguh tak ternilai.

b. Hormat dan Sayang kepada Guru

Seorang muslim pun dituntut untuk hormat dan sayang kepada gurunya. Sebab jasa guru begitu besar.Guru telah berjasa besar mendidik kita menjadi pintar dan berakhlak mulia.Pantang bagi seorang muslimuntuk menyakiti hati gurunya. Justru ia akan selalu berusaha membuat gurunya senang dan bangga dengannya.

2. Taat kepada Orangtua dan Guru

Seorang anak wajib mentaati kedua orangtua.Ketaatan seorang anak kepada kedua orangtua merupakan bentuk “birrul walidain”.Birrul walidain adalah berbakti kepada kedua orangtua.Berbakti kepada kedua orangtua termasuk salah satu amalan paling mulia dalam agama.

Bentuk berbakti kepada kedua orangtua beragam, di antaranya dengan menaati perintah mereka.Sikap terbaik seorang anak ketika dimintai tolong orangtuanya adalah segera melaksanakan dengan senang hati dan tak mengharap imbalan.

Sebagaimana wajib hukumnya mematuhi kedua orangtua, wajib pula mematuhi perintah para guru selama tidak bertentangan dengan syariat agama Islam. Guru adalah orangtua kedua setelah orangtua kandung atau orangtua asuh. Guru telah berjasa besar dalam mendidik dan mengajari kita berbagai ilmu pengetahuan.

Beberapa keberkahan dan keutamaan tersebut adalah sebagaimana berikut ini.

Orangtua

1. Berbakti kepada orangtua merupakan salah satu kunci masuk surga. Allah Swt. akan membuka pintu surga bagi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Bahkan akan mendapat kedudukan dan derajat yang tinggi di surga. Hal ini dikarenakan rida Allah Swt. Tergantung dari rida orangtua, murka Allah Swt. juga tergantung murka orangtua. Anak yang durhaka kepada orangtuanya tidak akan masuk surga atau dengan kata lain, ia akan masuk neraka

2. Berbakti kepada kedua orangtua merupakan bagian dari “jihad fi sabilillah” atau berjuang di jalan Allah Swt. Jihad memiliki nilai pahala sangat besar di sisi Allah Swt. Seorang anak yang ikhlas berbakti kepada kedua orangtuanya akan mendapat pahala sangat besar dari Allah Swt.

 

3. Berbakti dan menghormati orangtua dapat melebur dosa-dosa besar. Dosa-dosa yang pernah dilakukan seorang anak akan mendapat ampunan dari Allah Swt. disebabkan ia berbakti kepada kedua orangtuanya. Ampunan Allah Swt. merupakan karunia sangat berharga bagi seorang manusia, sebab, ampunan Allah Swt. akan menjadikan hidup kita tenang dan bahagia, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Guru

1. Guru adalah orangtua kedua setelah orangtua kandung atau orangtua asuh. Guru telah berjasa besar dalam mendidik dan mengajari kita berbagai ilmu pengetahuan, serta menanamkan akhlak mulia. Ia tak kenal lelah berusaha maksimal guna mencerdaskan anak bangsa.

2.Seorang murid dilarang meremehkan dan merendahkan gurunya. Rasulullah saw. telah mengingatkan kita semua agar tidak merendahkan seorang guru. Perhatikan hadis berikut ini:

Dalam sebuah hadis riwayat al-Baihaqi, Rasulullah saw. Bersabda yang artinya:

“Barangsiapa yang merendahkan gurunya, akan ditimpakan oleh Allah kepadanya tiga azab (penderitaan): 1. sempit rezekinya, 2. hilang manfaat ilmunya, 3. keluar dari dunia ini (wafat) tanpa iman.” Sumber: Hadis yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi

Sabda Rasulullah saw. tersebut menegaskan bahwa kalian dilarang untuk merendahkan, apalagi menghina, atau mencela guru, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sikap ini harus dipegang sungguhsungguh, sebab bisa jadi suatu saat kalian lebih pintar dari guru-guru kalian. Meskipun demikian, kalian harus tetap rendah hati dan menghormatinya, karena pada hakikatnya kepandaian kalian saat ini adalah berkat didikan guru-guru kalian dahulu. Merendahkan guru merupakan sikap tercela dan menjadi cerminan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki rasa terima kasih kepada guru

#smpwn

#berkah

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar