Jumat, 19 April 2019

PENGABDIAN DI TPS

Pengabdian di TPS

Alhamdulillah kegiatan pesta demokrasi terbesar di Indonesia sudah berakhir. Tentunya kita semua berharap proses berakhir yang kembali menciptakan suasana kehangatan, damai dan kembali mengedepankan nilai-nilai persatuan.
Pilihan telah selesai kita berikan kepada mereka-mereka yang kita percayai dengan sepenuh hati. Kita doakan semoga para wakil rakyat tersebut akan membawa amanah dedikasi, loyalitas dan integritas kepada tugas yang diembannya. Amin

di PPS Setugede


Proses yang amat panjang dan juga sangat menegangkan. Semua berpacu merebut simpati dan menyatakan akan kemenangan. Sekali lagi kita berharap kesejukan akan tercipta dengan kesadaran. Amin.

Sebagai warga negara yang baik tentunya kita harus siap ketika mendapat penugasan. Apalagi tugas yang muara besarnya adalah mensukseskan perhelatan akbar pesta demokrasi.
Penunjukan dan penempatan saya sebagai ketua KPPS di TPS 23 Kelurahan Setugede menjadikan sebuah tantangan yang harus diterima. Meskipun keraguan dan ketakutan selalu menyelimuti.
Bukan karena belum berpengalaman dalam hal tugas tersebut akan tetapi sangat terasanya sensitifitas dari semua yang ada di lingkungan. Anggota KPPS begitu menjadi sorotan dan disangkakan menjadi bagian dari persengkokolan salah satu paslon.

Penulisan Surat Undangan untuk Pemilih


Bismillah. la haula wala kuwwata illabillah.Akhirnya penunjukan tugas  tersebutpun diaminkan untuk saya jalani.

Tugas yang harus disukseskan ini ternyata luar biasa memberikan pengalaman yang berharga. Saya harus Belajar dari kondisi yang tidak tahu harus menjadi tahu. Kondisi yang masih samar harus menjadi jelas. Kondisi yang penuh rasa takut harus menjadi keberanian.
Konsolidasi dan koordinasi dengan team di KPPS menjadikan modal dasar untuk menciptakan team yang Soulmate alias sehati. Tanpa dasar pemahaman kerja yang ikhlas dan propesional maka jangan harap ada kesuksesan yang akan diraih.

Memimpin Koordinasi Tugas KPPS


Saya harus belajar untuk diri saya namun sekaligus harus mengajarkan anggota lain yang notabene adalah anak-anak muda yang juga belum berpengalaman. Bagaimana memberikan solusi spirit dan bagaimana menciptakan suasana tugas yang tidak menegangkan. Mencoba belajar mengikuti alur mereka demi tugas yang mulia.

Tugas yang penuh dengan suka dan duka, Ini hanya cerita yang tersimpan di hati bukan untuk disesali. Enjoy dalam bertugas.

1. Bagaiman kagetnya ketika ada salah satu anggota yang harus terjatuh pada saat penghitungan karena lelah dan kantuk yang tak tertahan dan tidak bisa melanjutkan sampai tuntas.
2. Bagaimana kaget dan bingungnya ketika ada kertas suara yang ternyata kurang 1 dan harus distop untuk dicarikan solusi,yang pada akhirnya adalah kesalahan dari si pemilih yang lupa meninggalkannya di bilik suara.
3. Bagaimana lelah dan lesunya harus membawa kotak suara dari TPS ke PPS dengan digotong dalam kegelapan malam.
4. Bagaimana harus menghadapi anggota muda yang menangis karena rumitnya pengurusan administrasi dalam kerumunan dan kegelapan malam.

Koordinasi di TPS


Sebagai ketua KPPS , saya harus menuntaskan pekerjaan dengan tertib dan tanpa dampak masalah di kemudian hari. Prosedural kerja harus dilaksanakan, Administrasi kerja harus dituntaskan, Kebersamaan team kerja harus diwujudkan, Laporan keuangan dana kegiatan harus dipertanggungjawabkan.

Inilah pengabdian sesorang guru yang mendapat mandat negara untuk menjadi bagian yang memberi kontribusi aktif dalam mensukseskan perhelatan akbar pesta demokrasi.
Berharap dan harus berharap besar yakni akan hasil yang diterima dengan lapang dada demi Indonesia dan demi masa depan yang lebih baik
Indonesia damai dalam kebersamaan.

Bergaya sebelum Tugas (Boleh yaahh)
Trimaksih kepada Team sehati KPPS TPS 23. Salam Berkah.

Pengalaman menjadi Ketua KPPS di TPS 23 Kelurahan Setugede.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar