Minggu, 22 November 2020

KUMPULAN PUISI " CATATAN HARIAN DI NEGERI DONGENG"

 PERSATUAN DAN KESATUAN NEGERI

 ADALAH MIMPI KITA DAN GENERASI.

BALDATUN THAYYIBATUN WA RABBUN GHAFUR

JANGAN KAU ANGGAP SEPELE CORONA


JANGAN KAU ANGGAP SEPELE CORONA

Bambang Susilo

Corona, jangan kau anggap sebagai sebuah mobil sedan lengendaris yang pernah populer.

Corona, jangan kau sebut sebagai judul lagu dangdut yang menggetarkan para pecandunya.

Corona, jangan kau sebut sebagai nama baru sebutan yang diidamkan.

Corona...

Virus baru yang membuat heboh seantero dunia.

Persebaran dan dampak yang telah diakibatkannya.

Begitupun di Negeri Nongeng Katulistiwa.

Corona telah bersahabat dengan kekhawatiran dan ketakutan.

Hampir 8 bulan Corona menggunjang Negeri Dongeng Katulistiwa.

Di penghujung tahun 2020 namanya masih eksis bertengger.

Mengalahkan cerita dan berita viral suguhan.

Ambil hikmah perbaikan ,jangan adu debat tak karuan.

Pengorbanan upaya dan ikhtiar telah banyak dilakukan.

Pengorbanan finansial telah banyak dikucurkan.

Meskipun mungkin harus menumpuk hutang tambahan.

Pengorbanan syariat ibadah telah ikhlas dan ridha dikerjakan.

Meskipun harus menjaga jarak dan tak pernah bersalaman.

Masjid dan tempat ibadah lainnya terkadang harus kosong demi pencegahan

Corona ..

Kau memang luar biasa.

Telah menghadirkan gaya hidup baru "New Normal" sebutan.

Menjaga jarak 1 M seakan telah menjadi ukuran.

Mengenakan aneka Masker seakan telah menjadi keharusan.

Mencuci tangan seakan telah menjadi kewajiban. 

"Hand Sanitizer" jangan sampai ketinggalan.

"Masker Scuba"  harus ganti harian.

Jabat tangan baru "Sikut Siku" menjadi andalan.

Inilah New Normal di jaman milenial kekinian.

Corona mengganas.

Corona masih menyerang.

Corona masih mengguncang.

Corona masih aktif berkreasi dengan caranya.

Gejala Corona senyap terganti dengan "OTG" sebutan

Membuat horror cerita harian.

Corona di negeri Dongen Katulistiwa.

Telah banyak menggugurkan pejuang kesehatan.

Telah banyak memisahkan kedekatan persaudaraan.

Telah banyak menularkan pada rakyat dan pejabat.

Namun semua harus semangat untuk selamat.

Corona..

Ditakuti akan dampak dan akibatnya.

Corona ..

Didekati akan hikmah dan manfaatnya

Corona harus menyatukan langkah derap menuju sehat bersama.

Corona harus mendekatkan doa hamba pada Sang Haliknya.

Corona harus menyatukan kebersamaan dalam perbedaan.

di  Negeri Dongeng Katulistiwa

Aamii.

#corona

#ambilhikmah

#guruberkah

Bambang Susilo// 4 Desember 2020

*******************************************************************************

TEGAKAN KEADILAN

TEGAKAN KEADILAN

Bambang Susilo

Negeri Dongeng Gemah Lipah loh Jinawi Ambyar .

Berserakan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Berselisih pada Misi dan Misi Pembangunan.

Menjauh pada cita-cita persatuan.


Hiruk pikuk kegelisahan akibat derita yang dirasakan.

Sebagai diri dan pengabdi dalam pemerintahan.

Diri yang meronta.

Jamaah yang berpisah.


Berita lama dan baru tak hentinya selesai.

Hanya bicara dalam retorika hilangnya Keadilan.

Perselisihan faham dan idealis tak kunjung berakhir.

Terus menerus berselisih tak punya niat lurus yang tulus.


Negeri Dongeng  Katulistiwa.

Kini tak ada wibawa sebagai power penegakan hukum keadilan.

Berjibaku dalam rencana dan permainan.

Rakyatmu berteriak ..

Rakyatmu bergejolak...

Rakyatmu meronta...

Akan rasa hasil pembangunan yang tak kunjung tiba.


Wahai para Penguasa Negeri Dongeng Katulistiwa...

Luruskan niat  pada Visi Misimu.

Satukan tekad, dalam merangkul keberagaman.

Tegakan  Hukum sebagai panglima

Berlaku Adilah dalam bertindak.

Jangan berindak karena bisikan syaitan yang menyesatkan.


Negeri Dongeng Katulistiwa.

Semua rakyatmu menanti Asa.

Bahagia dalam keragaman perbedaan.

Bersatu utuh untuk saling genggaam persatuan.

#tegakankeadilan

#ragamperbedaan

#nkri

#guruberkah

Bambang Susilo/ 29 Nopember 2020

************************************************

KEMESRAAN KARANGAN BUNGA PANGDAM JAYA DAN BALIHO HRS


KEMESRAAN KARANGAN BUNGA PANGDAM JAYA DAN BALIHO HRS

Bambang susilo

Di negeri dongeng ini ada cerita unjuk simpatisan.

Meluapkan rindu kegembiraan dan simpati kekaguman.

Antara rasa mahabah dan pujian ketegasan

Sang Habibana dan Sang Pangdam Jaya.



Baliho penyambutan.

Diturunkan oleh satu komando.

Meski katanya itu bukan bidang tugasnya.

Tak apalah untuk saling mengurangi beban tugas.

Mungkinkah Baliho itu hilang juga akan menghilangkan Mahabah pada Sang Habibana?

dan,...

Karangan Bungapun berdatangan.

Sekedar mengucapkan simpati akan ketegasan.

Berjejer di trotoar jalan dengan seragam ucapan ' Terima Kasih Jendral"


Inilah potret negeri dongeng Katulistiwa.

Yang selalu bergemuruh dengan teriakan dukungan dan simpatisan.

Perpaduan antara Masa Idealis dan Masa Ikut-ikutan.

Perpaduan antara Masa Profesional dan Masa Amatiran.


Kita tentu akan menunggu.

Bahwa pada saatnya nanti, di waktu yang ditunggu

Kemesraan Karangan Bunga dan Baliho akan menjadi satu Bingkai Persatuan.

NKRI yang abadi dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Aamiin

#karanganbunga

#baliho

#nkri

#guruberkah

Bambang Susilo/ 26 Nopember 2020

************************************************************************

 " HOW DEMOCRACIES DIE"


 HOW DEMOCRACIES DIE

Bambang Susilo


Ini yang mengguncang sejagat Negeri Dongeng.

Bermunculan petarung bacaan kesukaan.

Mengaku diri Sang Kutu Buku Bacaan.

Semoga tercapai apa yang menjadi niatan.


Sosok pembaca kelas wahid yang bertitel tinggi.

Bertutur kata dalam irama melankolis penuh imajinasi.

Bergaya "Adat Timur" dengan Senyum keikhlasan.

Dialah Sang Genius Pemimpin Provinsi


HOW DEMOCRACIES DIE...

Penuh makna dan misteri.

Mengundang tanya dan jawaban berseri.

Menebar simpati dan rasa iri.

Menilai diri dan posisi.

Beradu argumentasi dan harga diri.


Jangan kisruh di negeri dongeng.

Hanya dengan bacaan yang dimunculkan.

Hanya dengan gaya santai situasi Ngopi.

lalu.....

Berlomba dalam kepintaran dan ragam koleksi.


Sadari dengan HOW DEMOCRACIES DIE..

Bahwa demokrasi tak boleh mati.

Tak boleh hilang karena egois Dinasti

Sejatinya..

DARI kita..

OLEH kita..

UNTUK kita..

Demokrasi di Negeri Dongeng abadi dalam kerukunan.

Aamiin.

#HOWDEMOCRACIESDIE

#membacagudangilmu

# Negeridongengamandandamai

Bambang Susilo/ 26 Nop 2020

************************************************************************

 " NYAI"


"NYAI  "  JAGALAH LIDAHMU

Bambang Susilo


Sebelum berucap, sesuka hati" Nyai" bicara,

Sebelum kata-kata kasar itu "Nyai" lontarkan.

Sebelum sumpah serapah itu "Nyai "luapkan, 

Lihatlah diri, cerminlah diri dan Hisablah diri "Nyai"

Moga bisikan suci akan menghampiri pada "Nyai"


Negeri dongeng ini sudah menjadi pesona kehidupan.

Jangan 'Nyai" gaduhkan dengan kebisingan ocehan.

Negeri dongeng ini sudah damai dalam alam perbedaan.

Jangan "Nyai" pisahkan dengan tebar kebencian.

Negeri dongeng ini sudah indah dengan kerukunan.

Jangan " Nyai " kotorkan dengan tebar penghinaan.

Negeri dongong ini butuh dan harus kedamaian dalam perbedaan.

# Nyai

# Jagaucapan

# Guruberkah

# Negeridongengamandandamai

Bambang Susilo/ 24 Nop 2020


**************************************************************************

CEBONG DAN KADRUN YUUK BERZIKIR




CEBONG DAN KADRUN YUK BERZIKIR

( Bambang Susilo )

Cebong itu makhluk air kecil yang mengambang .

Kadrun itu makhluk gurun pasir yang melata.

Cebong pun menghujat kadrun akan kebodohannya.

Kadrun pun menghujat Cebong akan isi otaknya.

Pertengkaran dua makhluk tanpa batas ronde.

Perseteruan dua makhluk tanpa ada kesepakatan

Dan semuanya merasa menang dengan bangganya.


Ini cerita di negeri dongeng abad milenial.

Yang menenggelamkan cerita dongeng Cinderela dan Nenek Sihir.

Dongeng yang menjadi pelipur duka .

Dongeng yang tak boleh dirindukan anak cucu.

Dongeng yang tak boleh dibanggakan seperti Robin Hood.


Cebong dan Kadrun yang unik .

Dua makhluk yang hidup di tempat yang beda.

Dua makhluk yang berukuran tak seimbang.

Dua makhluk yang bermata pencaharian berbeda.

Dua makhluk bergaya hidup beda.

Namun mereka makhluk yang sama dalam arogan perseteruan.

Perseteruan yang dihidangkan dengan bumbu-bumbu kedzaliman.

Perseteruan yang ingin berakhir menang di kubunya.


Aku pun menunggu lonceng tanda penghabisan ronde .

Aku pun menunggu peluit tanda sudah berakhir.

Dan melihat dua makhluk yang berangkulan.

Saling berjabat dan memeluk tanda Sportifitas yang dijunjung.

Dan pemenangnya adalah semua dalam Keadilan.


Air kolammu adalah telaga kehidupan.

Gurun pasirmu adalah daratan kehidupan.

Telagamu butuh hamparan pasir.

Hamparan pasirmu butuh siraman air telaga.

Telaga air berhamparan pasir kan menjadi tempat Pesona.

Hamparan Pasir berairkan telaga air kan menjadi Kesejukan.


Aamiin.

#cebongdankadrun

#bersatulah

#guruberkah

#negeridongengamandandamai

Bambang Susilo/ 23 Nop 2020

2 komentar: