Minggu, 21 Maret 2021

KATA DAN KALIMAT BERMAKNA,SEORANG VISIONER PENDIDIKAN KEJURUAN


Kata dan kalimat Bermakna

Menceritakan kata-kata dan kalimat yang menjadi pijakan dan nasehat dalam kehidupan.

Berbicara tentang  kata dan kalimat bermakna yang selalu beliau sampaikan pastinya tidak akan kehabisan kata dan kalimat. Pada setiap kesempatan Beliau berbicara baik dalam keadaan santai maupun formal pasti kalau kita mengikutinya dengan penuh kekhusukan dan fokus akan mendapatkan beberapa nasihat penting yang langsung bisa kita tulis, fahami dan resapi maknanya . Mungkin terkadang ada obrolan yang memang cukup lama tapi justru disanalah kita akan mendapatkan suatu pesan-pesan singkat dan panjang yang jika diresapi dan difahami amat sangat bermakna dalam kehidupan. Beliau adalah orang yang tidak mengunci diri dengan anugrah pengalaman dan juga  kompetensi suksesnya  dalam berkarya. “Mumpung masih Urip jangan dipendam” Itulah ucapan Beliau yang sering terdengar manakala sedang berbicara.

Rutinitas Beliau yang sangat terlihat jelas dan terasa adalah keinginnnya untuk selalu sharing dalam segala hal yang bermakna dan bermanfaat. Rutinitas panggilan hati dalam bentuk sharing yang bisa berbentuk tulisan maupun kalimat-kalimat ucapan. Beliau mampu dan terbiasa mengirimkan tulisan di WAG sekolah maupun teman-temannya ataupun mitra usahanya . Tulisan sharing berbagi kasih di awal /start untuk rangkaian kalimat motivasi . Terkadang On sharing Beliau dikala fajar . Tulisan penyemangat, tulisan penyembuhan bagi yang berduka, tulisan inspirasi daan motivasi bagi mitra, tulisan koordinasi bagi team, tulisan mengingatkan akan janji  dan kegiatan. Sungguh suatu kegiatan yang jarang dilakukan oleh orang lain dalam tema yang seperti itu.

Kata dan kalimat bermakna ini sengaja dituliskan menjadi bagian Bab dari sebuah judul buku oleh karena saya emang harus memberikan testimoni jujur dari perkenalannya dengan beliau kurang lebih 20 tahun.

Kegiatan sharing ini terkadang harus menjadi suatu kegiatan yang rutin dan dijadwalkan, Beliau pun ingin pada setiap kegiatan sharing ini akan menjadi suatu kegiatan evaluasi kegiatan-kegiatan. Agar apa yang akan, apa yang sudah dikerjakan dapat dievaluasi dan tentunya tindaklanjutnya adalah disempurnakan dalam capaian.

Beliau buknlah orang yang sangat arogan dengan nilai kebenaran dari apa yang Beliau sampaikan. Karena pada setiap kegiatan sharing tersebut Beliau terkadang meminta satu persatu dari yang hadir atau mengikuti kegiatan obrolan terebut  diminta untuk menyuarakan dan menaggapi terutamanya dari apa yang telah beliau sampaikan.

Asas Saling melengkapi dan menyempurnakan selalu beliau terapkan. Beliau ingin bahwa produk yang dihasilkan adalah dari kebersamaan.

Beliau adalah orang yang selalu ingin bicara. Bicara pengalaman hidup. Bicara dengan kata dan kalimat yang bermkna.

Tidaklah aneh rasanya kalau apa yang dibicarakan oleh beliau selalu terselip atau hampir secara keseluruhan adalah kata dan kalimat bermakna. Saya berani menyebutnya ada 2 kunci yang menjadi alasan : 

1. Beliau adalah orang yang sangat rajin menjalin silaturahim dengan berbagai kalangan meski harus lintas agama. Tentu kita akan faham bahwa dalam setiap jalina silaturahim akan dihiasi dengan pembicaraan2 yang penuh makna.

2. Beliau adalah orang yang juga mau mendengar dan memahami serta menyerap ilmu-ilmu filosofi kehidupan meski berasal dari lintas agama.

Itulah yang sepertinya sangat mendasari bahwa apa yang beliau sampaikan selalu melahirkan kata dan kalimat bermakna.

Saya pun terkadang harus menganggukan kepala meski tak terucap kata yang terdengar sebagai tanda persetujuan dari kata dan kalimat yang Beliau ucapkan. Referensi nilai-nilai agama keyakinan agama yang saya anut “Islam” juga tak bisa untuk membendung nilai kebenaran tersebut.

Berbicara dalam cerita Beliau dengan tema kata dan kalimat bermakna mungkin tak terlepas dari beberapa kata dan kalimat yang sering beliau ucapkan. Kata dan kalimat tersebut sangat tepat diucapkan pada moment yang pas dan situasi dan kondisi yang juga mengharuskan kata dan kalimat tersebut keluar.

“Ada Kemauan pasti ada kemampuan “. Pesan Beliau selalu terucap untuk memotivasi peserta didik dan guru. Kemauanlah yang harus disemangati untuk dimulai dengn penuh semangat dan ikhlas, maka akan lahirlah dengan harapan adanya kemampuan. Kemampuanlah yang akan menunjukan eksistensi mutu kita . Kemampuan tidak datang secara tiba-tiba namun akan datang dengan asahan “kemauan”

“Tuhan Esa yang Maha Kasih dan tidak pilih kasih ” Nilai kebenaran inilah yang juga selalu beliau sampaikan. Mengajarkan ketauhidan/esa. Allah yang satu dan Allah yang Maha kasih dan tidak pilih kasih.

Mengandung makna dalam, yang jika disimpan dalam relung hati yang paling dalam maka akan menjadi penguat iman yang amat dahsyat sebagai pegangan hidup.

Kata dan kalimat tersebut selalu Beliau sampaikan sebagai wujud syukur Beliau. Beliau ingin semuanya dapat menikmati keindahan iman yang diyakini dengan sepenuh hati.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar